Campak Merebak di Filipina, 26 Warga Dilaporkan Meninggal

loading...


Jakarta – Setelah diperingatkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan kemungkinan kenaikan angka kasus campak, pihak berwajib di Filipina menyatakan penyakit ini merebak di beberapa area, termasuk ibukotanya, Manila.

Dikutip dari BBC, per tanggal 26 Januari 2019 tercatat ada 1.813 kasus campak dan 26 kematian, menurut Biro Departemen Kesehatan Epidemiologi Filipina. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 74 persen dari 2018.

Campak sangat berbahaya bagi anak-anak dan bayi, dan disebutkan ada sekitar 2,4 juta anak yang belum tervaksinasi. Adanya keengganan orang tua memvaksin anaknya juga menjadi salah satu faktor, umumnya disebabkan rasa takut adanya komplikasi usai vaksin.


“Angka imunisasi masih di bawah target yaitu 95 persen dan semakin menurun. Pada 2016, angkanya sekitar 75 persen, kemudian turun sebesar 60 persen di 2017 dan diperkirakan semakin terjun bebas di 2018. Pada skenario ini, kita punya sekumpulan anak-anak yang semakin menumpuk seiring waktu yang tak terlindungi dan rentan pada campak,” terang Dr Gundo Weiler, perwakilan WHO di Filipina.

Campak merupakan penyakit yang disebarkan melalui udara dan sangat menular, terutama lewat batuk dan bersin. Gejala umumnya meliputi demam, batuk, hidung meler dan mata merah, kemudian diikuti dengan ruam-ruam merah yang muncul di wajah dan tubuh beberapa hari berikutnya.

Sekretaris Kementerian Kesehatan Filipina, Francisco Duque mengatakan kepada media jika komplikasi bronko pneumonia dari campak telah muncul bisa sangat fatal. Oleh karena itu ia mengimbau kepada para orang tua untuk mengimunisasi anaknya sebelum terlambat.

(frp/up)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *