Getafe di Antara Para Raksasa LaLiga

loading...





Jakarta – Bicara kejutan di LaLiga musim ini, selain Real Madrid yang jeblok, ada juga kisah tentang Getafe. Getafe punya peluang bagus finis empat besar.

Kalau soal performa Madrid yang amburadul musim ini, well, ekspektasi untuk mereka memang relatif tak tinggi setelah kepergian Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo. Madrid juga tak melakukan pembelian pemain top di bursa transfer kecuali kiper Thibaut Courtois.

Mereka pun terseok-seok dalam persaingan gelar juara LaLiga, juga baru saja gagal melaju ke final Copa del Rey usai didepak Barcelona di semifinal. Tapi, jika bicara soal kejutan musim ini, Getafe akan pas ditaruh di urutan teratas.


Bagaimana tidak? Tim yang tak punya kekuatan finansial besar dan belum pernah finis empat besar ini saat ini bertarung untuk tiket Liga Champions. Mereka ada di atas tim-tim yang secara riwayat, punya sejarah lebih besar seperti Sevilla, Valencia, Real Sociedad, Athletic Bilbao, atau Villarreal.

Getafe kini ada di posisi lima dengan 39 poin dari 25 laga, satu poin di belakang Alaves yang sudah memainkan satu laga lebih banyak. Meski musim masih menyisakan 12-13 laga, tapi keberhasilan Getafe bersaing di empat besar hingga sejauh ini jelas patut diapresiasi.

Sebab mereka memang tak punya banyak dana untuk sekadar merekrut pemain, jangankan pemain kelas satu. Musim ini mereka memang menghabiskan sekitar 20 juta euro untuk mendatangkan sejumlah pemain, tapi ini adalah nama-nama level dua/tiga seperti Vitorino Antunes, Nemanja Maksimovic, atau David Soria.

Kredit perlu diberikan untuk pelatih Jose Bordalas, yang mampu menyulap tim dengan materi seadanya menjadi sebuah kekuatan tersendiri. Memang Getafe sejauh perjalanan musim ini tak mampu mengalahkan Madrid, Barcelona, atau Atletico Madrid, Namun setidaknya mereka bisa memaksimalkan laga-laga melawan tim-tim lain.

Sudah 10 kemenangan diraih, dengan sembilan hasil imbang. Getafe baru enam kali kalah sejauh ini, hanya kalah dari Barcelona, Atletico, dan Valencia.

Duet penyerang Jorge Molina dan Jaime Mata jadi alasan mengapa Getafe bisa setangguh saat ini. Keduanya total bikin 18 gol di LaLiga musim ini. Jika performa seperti ini mampu dipertahankan keduanya, bukan tak mungkin Getafe bisa berlaga di Liga Champions musim depan.

Finis di empat besar jelas akan jadi peningkatan signifikasi dari musim lalu, di mana mereka finis di urutan delapan. Hasil musim lalu sendiri sudah cukup mengejutkan, mengingat mereka baru promosi.

“Kami senang dengan performa tim sejauh ini. Kami jadi bisa lebih dikenal di media-media Spanyol dan juga asing. Banyak media kini yang ingin mewawancarai pemain serta pelatih. Padahal sebelumnya tidak seperti itu,” ujar Marketing Director Getafe Albertp Heras, dalam bincang-bincang dengan detikSport dan sejumlah media asing di Coloseum Alfonso Perez, Rabu (27/2/2019).

“Dengan performa seperti sekarang, kami ingin memperkenalkan lagi klub ini ke dunia luar. Klub pun kini tengah mengincar tampil di kompetisi Eropa. Klub memang sedang berkembang pesat,” sambungnya.

Meski demikian, Getafe mengakui tak punya sumber daya yang besar untuk melakukan ekspansi bisnis, misalnya ke Asia seperti tim-tim top. Padahal mereka punya sosok Gaku Shibasaki yang potensial untuk pasar Jepang, sebagai pintu masuk ke Asia.

Pemain asal Jepang itu sudah memperkuat Getafe sejak musim lalu. Dia tampil cukup apik di musim perdananya dengan membuat satu gol dari 22 penampilan.

Sayangnya performa Gaku menurun musim ini karena baru lima kali bermain, dengan rata-rata waktu bermain 60 menit. Musim lalu, Getafe mampu meraup untung besar lewat penjualan jersey Gaku yang mencapai 4.000 buah.

Getafe di Antara Para Raksasa LaLigaToko merchandise Getafe. (Foto: Mohammad Resha Pratama)

Tapi keterbatasan dana membuat Getafe tak bisa melebarkan sayapnya lebih jauh di Jepang. Sementara upaya memasarkan tim via media sosial saja baru dimulai tiga tahun terakhir.

“Gaku memang tampil bagus musim lalu dan penjualan jersey kami melonjak drastis. Tapi musim ini dia biasa-biasa saja dan justru pemain lain yang terdongrak penjualannya. Sulit memang untuk investasi di Jepang karena permasalahan uang. Kami hanya bisa menjual jerseynya saja,” papar Heras.

“Apalagi jika kami lolos ke Liga Champions musim depan maka akan makin sulit karena kami harus mengubah logistik klub ini dan segalanya. Itu sulit memang, tapi kami akan mencobanya.”

Ya, apapun hasil yang didapat Getafe di akhir musim nanti, setidaknya mereka sudah bisa memberikan bukti bahwa LaLiga itu bukan cuma Madrid, Atletico, Barca, Sevilla, atau Valencia. Ada klub-klub lain yang selalu siap mengejutkan.

(mrp/raw)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *