Kebanyakan Pakai Smartphone, Otak Jadi Malas Berpikir?

loading...


Otak manusia hanya dapat memproses begitu banyak informasi pada suatu waktu, yakni sekitar 60 bit per detik.

Makin banyak tugas yang harus dilakukan, makin sering pula manusia harus memilih bagaimana mereka ingin memakai kekuatan otak yang berharga.

Oleh karenanya, bisa dimengerti kalau orang meneruskan sebagian beban kerjanya yang ekstra pada smartphone atau asisten digital. Namun, ada beberapa bukti bahwa mendelegasikan tugas berpikir ke smartphone tidak hanya membuat otak lebih sakit, tetapi juga malas.

Para peneliti menemukan bahwa para pemikir lebih sedikit menggunakan mesin pencari di smartphone ketimbang orang lain.

Memang itu tidak berarti bahwa menggunakan smartphone untuk searching membuat pengguna jadi bodoh. Namun, mungkin saja para pemikir ini tidak banyak searching karena pengetahuan mereka lebih banyak.

Menurut peneliti pula, membaca informasi baru dari smartphone bisa jadi cara yang buruk untuk belajar ketimbang membaca dari buku.

Pasalnya, orang yang mengambil informasi rumit dari sebuah buku mengembangkan pengembangan yang lebih dalam, sekaligus terlibat dalam pemikiran yang lebih konseptual.

Tidak hanya itu, hasil penelitian terbaru pada pengguna di Swiss menunjukkan bahwa menatap layar bisa membuat otak dan jari lebih gelisah.

Tahun lalu, para psikolog dan ilmuwan komputer menemukan temuan yang meresahkan. Di mana, makin banyak mengetap, mengklik, dan posting medsos bisa membuat sinyal otak makin ribut.

Padahal biasanya ketika orang melakukan sesuatu lebih sering, mereka jadi lebih baik, lebih cepat, dan efisien dalam tugas itu.

Namun, peneliti berpikir, ada sesuatu yang terjadi ketika orang terlibat terlalu banyak dalam medsos, yakni kombinasi dari bersosialisasi dan menggunakan smartphone bisa membuat otak terganggu.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *